Pengertian Variabel
dalam Pemrograman
Bayangkan jika kamu
memiliki banyak buku dengan banyak rak. Lalu, buku-buku tersebut disimpan dalam
rak tanpa diberi label. Tentu terlihat rapi, tetapi tetap memusingkan saat
dicari, bukan?
Nah, jadi sekarang
kamu memberi label agar lebih mudah dalam menyimpan buku-buku itu. Setiap sekat
atau tingkatan pada rak tersebut diberikan nama sesuai dengan genrenya.
Misalnya, sekat pertama untuk menyimpan novel sejarah, sekat kedua untuk
menyimpan komik, dan sekat ketiga untuk menyimpan non-fiksi.
Contoh menyimpan buku
sesuai label.
Sekarang, novelmu pun
jadi mudah dicari. Kamu bisa menyimpan berapa pun jumlah buku pada sekat
tersebut, asalkan sesuai dengan label yang telah diberikan. Kalau tidak sesuai,
tentu di masa depan kamu akan bingung saat mencari buku tersebut.
Konsep variabel dalam
pemrograman seperti itu. Ia menyimpan data tertentu sesuai dengan jenis yang
sudah ditentukan. Dalam beberapa bahasa pemrograman (ini akan kita bahas
selanjutnya), jenis data tersebut sering kali dideklarasikan sebelum variabel
bisa digunakan. Inilah yang disebut dengan deklarasi variabel. Deklarasi ini
dapat berbeda sesuai dengan bahasa pemrogramannya, meskipun jenis data yang
disimpan sama.
Jenis data yang bisa
disimpan dalam variabel pada pemrograman bisa berupa angka, teks, hingga
struktur data. Nilainya pun bisa diubah atau dimanipulasi saat menjalankan
program. Lalu, layaknya label pada rak buku, nama variabel pun dibuat dengan
jelas sebagai deskripsi data yang akan disimpan.
Fungsi Variabel dalam
Pemrograman
Ada beberapa fungsinya
sebagai berikut.
- Menyimpan data dalam operasi. Sesuai dengan pengertian di atas,
variabel berguna untuk menyimpan data sehingga data tersebut bisa
digunakan dalam berbagai operasi atau perhitungan yang dijalankan pada
program.
- Membuat program lebih fleksibel. Nilainya dapat berubah-ubah sesuai
dengan input pengguna atau data yang dijalankan pada program.
- Meningkatkan keterbacaan dan pemeliharaan
kode. Penamaan variabel
membuat kode lebih mudah dibaca dan dipahami. Hal ini bisa meningkatkan
pemeliharaan kode dan sangat berguna ketika bekerja sama dengan programmer lainnya.
Jenis Variabel
Berdasarkan Tipe Data
Sebelum kita beranjak
membahas variabel berdasarkan tipe datanya, ada sedikit informasi
tambahan, nih. Jadi, dalam pemrograman, ada bahasa yang
variabelnya statically typed, ada juga yang dynamically
typed.
Kalau bahasa
pemrogramannya termasuk statically typed, kita harus menyebutkan
tipe datanya dalam deklarasi variabelnya. Misal, dalam bahasa Java, kita harus
menyebut tipe data dari “24” ketika deklarasi variabel “umur”, yakni int (integer/bilangan
bulat). Contoh penerapannya int umur = 24.
Pada bahasa
pemrograman yang dynamically typed, kita tidak perlu menyebutkan
tipe data saat deklarasi. Ini karena bahasa pemrograman yang dynamically
typed sudah memahami tipe data dari sebuah nilai dalam deklarasi
variabel saat program dijalankan. Misal, penerapan dalam bahasa
Python: umur = 24.
Kita lanjut pada
jenis-jenisnya, ya. Variabel dalam pemrograman dapat dibagi sesuai dengan tipe
data yang akan disimpan, yakni sebagai berikut.
- Numerik (Number) berguna untuk
menyimpan nilai angka, termasuk bilangan bulat (integer) dan
desimal (float).
- Teks (String) berguna untuk
menyimpan karakter.
- Boolean berguna untuk menyimpan nilai kebenaran, yakni true (benar)
atau false (salah).
- Array berguna untuk menyimpan kumpulan nilai.
- Objek (Object) berguna untuk
menyimpan struktur data yang kompleks, biasanya terdiri dari properti dan
nilai.
- Null/Undefined berguna untuk menyatakan ketiadaan nilai.
- Enumeration (Enum) berguna untuk menyimpan
kumpulan konstanta bernama, misalnya hari dalam seminggu.
Aturan Penulisan
Kembali lagi ke
analogi buku dan raknya tadi. Misalnya, kamu menulis “n0v3L $3j4raH” alih-alih
“Novel Sejarah” untuk label sekatnya. Pasti sulit ditemukan, bukan? Selain
rumit ditulis, ia juga sulit dibaca.
Sekat atau bagian pada
rak buku tersebut tentu akan lebih mudah ditemukan jika kita menetapkan batasan
untuk labelnya. Misal, tidak boleh mencampur antara huruf dan angka. Nah,
variabel pun seperti itu. Untuk mempermudah pembacaan dan identifikasi, kita perlu
menetapkan aturan saat menamai variabel.
Ada beberapa aturan
yang umum ketika menuliskannya sebagai berikut.
- Buat nama yang deskriptif dan tidak ambigu.
Misal, alih-alih menulis “nama” saja untuk variabel berisi “nama lengkap”, kamu bisa menulis “namaLengkap” atau “nama_lengkap”. - Hindari menulis nama yang sama
dengan keyword.
Dalam pemrograman, ada banyak kata yang telah ditetapkan untuk mendefinisikan struktur serta mengendalikan alur program. Kata-kata itu disebut keyword dan dapat berbeda-beda sesuai dengan bahasa pemrogramannya. Misalnya, “if” dan “else” untuk percabangan kondisi dalam Python. - Hindari mengawali nama dengan angka.
Ketika variabel diawali dengan angka, interpreter atau kompiler bisa membacanya sebagai nilai, bukan nama. - Tidak menggunakan spasi.
Penggunaan spasi dalam nama variabel akan menyebabkan error saat dideklarasikan, sebab interpreter atau kompiler akan menganggap nama tersebut sebagai dua hal berbeda. - Selalu perhatikan aturan-aturan penamaan
variabel yang telah disepakati.
Untuk mempermudah kolaborasi, ada aturan penamaan yang biasanya ditetapkan oleh tim developer terkait. Silakan cari tahu terlebih dahulu aturan tersebut sebelum membuat variabel baru.
Contoh Penggunaan
Kita sudah mengenali
variabel dalam pemrograman, yuk, coba terapkan pada beberapa bahasa
pemrograman. Kita buat yang sederhana saja, ya.
JavaScript
Inilah contoh
penerapan dalam bahasa JavaScript.
|
let
nama = "Budi"; // Variabel string let
usia = 30; // Variabel numerik (integer) let
tinggi = 175.5; // Variabel numerik (float) let
isMahasiswa = true; // Variabel boolean console.log(nama, usia, tinggi, isMahasiswa); |
Python
Inilah contoh
penerapan dalam bahasa Python.
|
nama = "Siti" #
Variabel string usia = 25
# Variabel numerik (integer) tinggi = 160.0 # Variabel
numerik (float) is_pelajar = False # Variabel boolean print(nama, usia, tinggi, is_pelajar) |
Swift
Inilah contoh
penerapan dalam bahasa Swift.
|
var nama: String = "Ani"
// Variabel string var usia: Int = 22
// Variabel numerik (integer) var berat: Double = 55.5
// Variabel numerik (float) var isPegawai: Bool = true //
Variabel boolean print(nama, usia, berat, isPegawai); |



