Minggu, 26 April 2026

Materi Biantara 3

 

C. PADIKA BIANTARA

Biantara téh sok dipatalikeun jeung seni nyarita. Naon sababna? Sabab, dina biantara téh sakapeung merlukeun gaya jeung omongan nu matak narik jalma réa nu ngabandunganana. Aya sawatara faktor anu ngalantarankeun biantara hiji jalma dipikaresep ku balaréa. Éta faktor téh urang sebut baé T-A-M-A-N, singgetan tina:

        1. Tatag nyaritana,

hartina dina nepikeun biantara téh urang kudu nyarita bari tatag atawa tétéla, henteu kumagok atawa loba ngarandeg.

hartina téma biantara nu ku urang ditepikeun téh kudu aktual, lain téma-téma nu geus basi.

hartina, biantara nu ditepikeun ku urang téh eusina loba pulunganeunana, atawa loba mangpaatna.

hartina biantara téh seni nyarita. Ku sabab kitu, basa nu dipaké ku urang dina biantara téh alusna mah reumbeuy ku mamanis basa. Upamana diselapan ku babasan jeung paribasa, atawa bisa ogé ku sisindiran. Malah mun bisa mah diselapan ogé ku kalimah-kalimah pinilih (kata-kata mutiara atawa kuotasi) nu kungsi ditepikeun ku hiji tokoh.

hartina, dina biantara téh omongan urang kudu diatur gancang kendorna, tarik halonna, atawa luhur handapna. Tegesna, dina nepikeun biantara téh kudu maké lentong (lagu kalimah) anu hadé.

Sawatara hal anu penting sanggeus siswa ngaregepkeun biantara, di antarana mampuh pikeun: 1) nuduhkeun bagian bubuka, eusi, jeung panutup biantara; 2) maluruh kekecapan anu merenah jeung teu merenah nu ditepikeun ku nu biantara; 3) mampuh nyaritakeun deui eusi; 4) mampuh ngoméntaran eusi biantara; 5) mampuh ngoméntaran jalma nu nepikeun biantara, upamana patali jeung lentong, tarik-halonna sora, pasemon, tenang henteuna.


Tugas Diksusi

1. Terjemahkan materi diatas ke dalam bahasa Indonesia, tulis di buku catatan atau pada kolom komentar

8 komentar:

  1. Nama: Nurul Mulhalisyach
    Kelas: X bm

    C. PADIKA BIANTARA (Pedoman Berpidato)
    Pidato sering dipadankan dengan seni berbicara. Mengapa demikian? Karena dalam pidato seseorang memerlukan gaya dan cara berbicara yang dapat menarik perhatian orang banyak yang mendengarkannya. Ada beberapa faktor yang menyebabkan pidato seseorang disukai oleh pendengar. Faktor-faktor tersebut sering disingkat menjadi T-A-M-A-N, yaitu:

    1.Tertata ceritanya (Tagap nyaritana),
    artinya dalam berpidato seseorang harus bercerita dengan runtut atau teratur, tidak terbata-bata atau terlalu bertele-tele.

    2.Aktual temanya (Aktual témana),
    artinya tema pidato yang dipilih harus актуal, bukan tema yang sudah basi.

    3.Banyak manfaatnya (Munel eusina),
    artinya isi pidato harus memiliki banyak nilai atau manfaat.

    4.Halus bahasanya (Alus basana),
    artinya pidato merupakan seni berbicara. Oleh karena itu, bahasa yang digunakan harus halus dan enak didengar. Misalnya diselipi dengan peribahasa, sindiran halus, atau juga kalimat-kalimat pilihan (kata-kata mutiara atau kutipan) yang berfungsi memperkuat isi pidato.

    5.Mengandung irama (Ngandung wirahma),
    artinya dalam pidato, cara berbicara harus diatur cepat-lambatnya, tinggi-rendahnya, serta panjang-pendeknya suara. Intinya, dalam berpidato harus menggunakan intonasi (lagu kalimat) yang baik.
    Beberapa hal penting yang harus dikuasai siswa dalam berpidato, di antaranya mampu:

    1.menentukan bagian pembuka, isi, dan penutup pidato.
    2.membedakan kalimat yang penting dan yang tidak penting dalam isi pidato.
    3.mampu menyampaikan kembali isi pidato.
    4.mampu mengomentari isi pidato.
    5.mampu mengomentari orang yang berpidato, misalnya dari segi lafal dan intonasi, tinggi-rendah suara, ekspresi, serta ketenangannya.

    BalasHapus
  2. Nama: Okta Lastiana Indriani
    Kelas: X BM

    C. PADIKA BIANTARA (Pedoman Berpidato)
    Pidato sering dipadankan dengan seni berbicara. Mengapa demikian? Karena dalam pidato seseorang memerlukan gaya dan cara berbicara yang dapat menarik perhatian orang banyak yang mendengarkannya. Ada beberapa faktor yang menyebabkan pidato seseorang disukai oleh pendengar. Faktor-faktor tersebut sering disingkat menjadi T-A-M-A-N, yaitu:

    1.Tertata ceritanya (Tagap nyaritana),
    artinya dalam berpidato seseorang harus bercerita dengan runtut atau teratur, tidak terbata-bata atau terlalu bertele-tele.

    2.Aktual temanya (Aktual témana),
    artinya tema pidato yang dipilih harus актуal, bukan tema yang sudah basi.

    3.Banyak manfaatnya (Munel eusina),
    artinya isi pidato harus memiliki banyak nilai atau manfaat.

    4.Halus bahasanya (Alus basana),
    artinya pidato merupakan seni berbicara. Oleh karena itu, bahasa yang digunakan harus halus dan enak didengar. Misalnya diselipi dengan peribahasa, sindiran halus, atau juga kalimat-kalimat pilihan (kata-kata mutiara atau kutipan) yang berfungsi memperkuat isi pidato.

    5.Mengandung irama (Ngandung wirahma),
    artinya dalam pidato, cara berbicara harus diatur cepat-lambatnya, tinggi-rendahnya, serta panjang-pendeknya suara. Intinya, dalam berpidato harus menggunakan intonasi (lagu kalimat) yang baik.
    Beberapa hal penting yang harus dikuasai siswa dalam berpidato, di antaranya mampu:

    1.menentukan bagian pembuka, isi, dan penutup pidato.
    2.membedakan kalimat yang penting dan yang tidak penting dalam isi pidato.
    3.mampu menyampaikan kembali isi pidato.
    4.mampu mengomentari isi pidato.
    5.mampu mengomentari orang yang berpidato, misalnya dari segi lafal dan intonasi, tinggi-rendah suara, ekspresi, serta ketenangannya.

    BalasHapus
  3. MIA
    X. BM
    C. PADIKA BIANTARA (Pedoman Berpidato)
    Pidato sering dipadankan dengan seni berbicara. Mengapa demikian? Karena dalam pidato seseorang memerlukan gaya dan cara berbicara yang dapat menarik perhatian orang banyak yang mendengarkannya. Ada beberapa faktor yang menyebabkan pidato seseorang disukai oleh pendengar. Faktor-faktor tersebut sering disingkat menjadi T-A-M-A-N, yaitu:

    1.Tertata ceritanya (Tagap nyaritana),
    artinya dalam berpidato seseorang harus bercerita dengan runtut atau teratur, tidak terbata-bata atau terlalu bertele-tele.

    2.Aktual temanya (Aktual témana),
    artinya tema pidato yang dipilih harus актуal, bukan tema yang sudah basi.

    3.Banyak manfaatnya (Munel eusina),
    artinya isi pidato harus memiliki banyak nilai atau manfaat.

    4.Halus bahasanya (Alus basana),
    artinya pidato merupakan seni berbicara. Oleh karena itu, bahasa yang digunakan harus halus dan enak didengar. Misalnya diselipi dengan peribahasa, sindiran halus, atau juga kalimat-kalimat pilihan (kata-kata mutiara atau kutipan) yang berfungsi memperkuat isi pidato.

    5.Mengandung irama (Ngandung wirahma),
    artinya dalam pidato, cara berbicara harus diatur cepat-lambatnya, tinggi-rendahnya, serta panjang-pendeknya suara. Intinya, dalam berpidato harus menggunakan intonasi (lagu kalimat) yang baik.
    Beberapa hal penting yang harus dikuasai siswa dalam berpidato, di antaranya mampu:

    1.menentukan bagian pembuka, isi, dan penutup pidato.
    2.membedakan kalimat yang penting dan yang tidak penting dalam isi pidato.
    3.mampu menyampaikan kembali isi pidato.
    4.mampu mengomentari isi pidato.
    5.mampu mengomentari orang yang berpidato, misalnya dari segi lafal dan intonasi, tinggi-rendah suara, ekspresi, serta ketenangannya.

    BalasHapus
  4. Rizki Maulidia A.K
    X.BM
    C. PADIKA BIANTARA (Pedoman Berpidato)
    Pidato sering dipadankan dengan seni berbicara. Mengapa demikian? Karena dalam pidato seseorang memerlukan gaya dan cara berbicara yang dapat menarik perhatian orang banyak yang mendengarkannya. Ada beberapa faktor yang menyebabkan pidato seseorang disukai oleh pendengar. Faktor-faktor tersebut sering disingkat menjadi T-A-M-A-N, yaitu:

    1.Tertata ceritanya (Tagap nyaritana),
    artinya dalam berpidato seseorang harus bercerita dengan runtut atau teratur, tidak terbata-bata atau terlalu bertele-tele.

    2.Aktual temanya (Aktual témana),
    artinya tema pidato yang dipilih harus актуal, bukan tema yang sudah basi.

    3.Banyak manfaatnya (Munel eusina),
    artinya isi pidato harus memiliki banyak nilai atau manfaat.

    4.Halus bahasanya (Alus basana),
    artinya pidato merupakan seni berbicara. Oleh karena itu, bahasa yang digunakan harus halus dan enak didengar. Misalnya diselipi dengan peribahasa, sindiran halus, atau juga kalimat-kalimat pilihan (kata-kata mutiara atau kutipan) yang berfungsi memperkuat isi pidato.

    5.Mengandung irama (Ngandung wirahma),
    artinya dalam pidato, cara berbicara harus diatur cepat-lambatnya, tinggi-rendahnya, serta panjang-pendeknya suara. Intinya, dalam berpidato harus menggunakan intonasi (lagu kalimat) yang baik.
    Beberapa hal penting yang harus dikuasai siswa dalam berpidato, di antaranya mampu:

    1.menentukan bagian pembuka, isi, dan penutup pidato.
    2.membedakan kalimat yang penting dan yang tidak penting dalam isi pidato.
    3.mampu menyampaikan kembali isi pidato.
    4.mampu mengomentari isi pidato.
    5.mampu mengomentari orang yang berpidato, misalnya dari segi lafal dan intonasi, tinggi-rendah suara, ekspresi, serta ketenangannya.

    BalasHapus
  5. Nama Rosminah
    kelas:XBM

    C. PEDOMAN PIDATO
    Pidato sering dikaitkan dengan seni berbicara. Mengapa demikian? Karena dalam pidato terkadang diperlukan gaya dan cara berbicara yang dapat menarik banyak orang yang mendengarkannya. Ada beberapa faktor yang menyebabkan pidato seseorang disukai oleh banyak orang. Faktor tersebut disebut T-A-M-A-N, singkatan dari:

    Tegas dalam berbicara,
    artinya dalam menyampaikan pidato kita harus berbicara dengan tegas dan jelas, tidak gugup atau banyak berhenti.

    Tema yang aktual,
    artinya tema pidato yang disampaikan harus актуал (kekinian), bukan tema yang sudah usang.

    Isi yang berbobot,
    artinya pidato yang disampaikan memiliki banyak manfaat atau hal penting yang bisa diambil.

    Bahasa yang baik,
    artinya pidato adalah seni berbicara. Oleh karena itu, bahasa yang digunakan sebaiknya indah dan menarik, misalnya diselipkan ungkapan, peribahasa, atau pantun. Bahkan jika bisa, diselipkan juga kata-kata bijak atau kutipan dari tokoh
    .
    Mengandung irama,
    artinya dalam pidato, cara berbicara harus diatur—cepat lambatnya, keras lembutnya, serta tinggi rendahnya suara. Dengan kata lain, harus menggunakan intonasi yang baik.

    Beberapa hal penting setelah siswa menyimak pidato, di antaranya mampu untuk:
    menunjukkan bagian pembukaan, isi, dan penutup pidato;
    meneliti kata-kata yang tepat dan tidak tepat yang disampaikan oleh pembicara;

    mampu menceritakan kembali isi pidato;
    mampu memberi komentar terhadap isi pidato;
    mampu memberi komentar terhadap pembicara, misalnya terkait intonasi, keras lembut suara, ekspresi, serta ketenangan saat berbicara.

    BalasHapus
  6. Nama: Nadzwa asmiranda
    Kelas : X bm

    C. PEDOMAN PIDATO
    Pidato sering dikaitkan dengan seni berbicara. Mengapa? Karena dalam pidato terkadang diperlukan gaya dan cara berbicara yang mampu menarik perhatian banyak orang yang mendengarkannya. Ada beberapa faktor yang membuat pidato seseorang disukai oleh banyak orang. Faktor tersebut disebut T-A-M-A-N, singkatan dari:

    1. Tatag dalam berbicara,
    artinya saat menyampaikan pidato kita harus berbicara dengan tegas dan jelas, tidak gugup atau sering terhenti.


    2. Aktual temanya,
    artinya tema pidato yang kita sampaikan harus aktual (terkini), bukan tema yang sudah usang.


    3. Menarik isinya,
    artinya pidato yang disampaikan harus memiliki banyak hal yang dapat diambil manfaatnya.


    4. Bagus bahasanya,
    artinya pidato adalah seni berbicara. Oleh karena itu, bahasa yang digunakan sebaiknya indah, misalnya diselingi dengan ungkapan dan peribahasa, atau juga sindiran. Bahkan kalau bisa, disertai kalimat-kalimat pilihan (kata mutiara atau kutipan) yang pernah disampaikan oleh tokoh.


    5. Mengandung irama,
    artinya dalam pidato, cara berbicara harus diatur—cepat atau lambatnya, keras atau pelannya, serta tinggi rendahnya suara. Dengan kata lain, dalam menyampaikan pidato harus menggunakan intonasi yang baik.



    Beberapa hal penting setelah siswa menyimak pidato, di antaranya mampu untuk:

    1. menunjukkan bagian pembuka, isi, dan penutup pidato;


    2. meneliti kata-kata yang tepat dan tidak tepat yang disampaikan oleh pembicara;


    3. mampu menceritakan kembali isi pidato;


    4. mampu memberikan komentar terhadap isi pidato;


    5. mampu memberikan komentar terhadap orang yang menyampaikan pidato, misalnya terkait intonasi, keras-lembutnya suara, ekspresi, serta sikap tenang atau tidaknya.



    BalasHapus
  7. Nama: Graciela Ruth Taribuka
    Kelas: X.MP

    C. PADIKA BIANTARA (Pedoman Berpidato)
    Pidato sering dikaitkan dengan seni berbicara. Mengapa demikian? Karena dalam pidato terkadang diperlukan gaya dan cara berbicara yang dapat menarik banyak orang yang mendengarkannya. Ada beberapa faktor yang menyebabkan pidato seseorang disukai oleh banyak orang. Faktor tersebut disebut T-A-M-A-N, singkatan dari:

    1. Tatag saat berbicara,
    artinya ketika menyampaikan pidato kita harus berbicara dengan tegas dan jelas, tidak gugup atau sering terhenti.
    2. Tema yang aktual,
    artinya tema pidato yang disampaikan harus актуal, bukan tema yang sudah usang.
    3. Isi yang berbobot,
    artinya pidato yang disampaikan harus memiliki banyak manfaat atau nilai guna.
    4. Bahasa yang baik,
    artinya pidato merupakan seni berbicara. Oleh karena itu, bahasa yang digunakan sebaiknya indah dan menarik. Misalnya diselingi dengan peribahasa, ungkapan, atau sindiran halus. Bahkan jika bisa, disertai dengan kutipan kata-kata bijak dari tokoh terkenal.
    5. Mengandung irama,
    artinya dalam pidato, cara berbicara harus diatur—cepat atau lambat, keras atau lembut, tinggi atau rendah. Dengan kata lain, dalam menyampaikan pidato harus menggunakan intonasi yang baik.

    Beberapa hal penting setelah siswa mendengarkan pidato, di antaranya mampu untuk:
    menunjukkan bagian pembukaan, isi, dan penutup pidato;
    meneliti kata-kata yang tepat dan tidak tepat yang disampaikan oleh pembicara;
    mampu menceritakan kembali isi pidato;
    mampu memberikan komentar terhadap isi pidato;
    mampu memberi komentar terhadap pembicara, misalnya terkait intonasi, keras-lembutnya suara, ekspresi wajah, dan ketenangan saat berbicara.

    BalasHapus
  8. Nama : putri salma nurkhalisah
    kelas : X AKL

    C. PEDOMAN PIDATO
    Pidato sering dikaitkan dengan seni berbicara. Mengapa demikian? Karena dalam pidato terkadang diperlukan gaya dan cara berbicara yang dapat menarik banyak orang yang mendengarkannya. Ada beberapa faktor yang menyebabkan pidato seseorang disukai oleh banyak orang. Faktor tersebut disebut T-A-M-A-N, singkatan dari:

    Tegas dalam berbicara,
    artinya dalam menyampaikan pidato kita harus berbicara dengan tegas dan jelas, tidak gugup atau banyak berhenti.

    Tema yang aktual,
    artinya tema pidato yang disampaikan harus актуал (kekinian), bukan tema yang sudah usang.

    Isi yang berbobot,
    artinya pidato yang disampaikan memiliki banyak manfaat atau hal penting yang bisa diambil.

    Bahasa yang baik,
    artinya pidato adalah seni berbicara. Oleh karena itu, bahasa yang digunakan sebaiknya indah dan menarik, misalnya diselipkan ungkapan, peribahasa, atau pantun. Bahkan jika bisa, diselipkan juga kata-kata bijak atau kutipan dari tokoh
    .
    Mengandung irama,
    artinya dalam pidato, cara berbicara harus diatur—cepat lambatnya, keras lembutnya, serta tinggi rendahnya suara. Dengan kata lain, harus menggunakan intonasi yang baik.

    Beberapa hal penting setelah siswa menyimak pidato, di antaranya mampu untuk:
    menunjukkan bagian pembukaan, isi, dan penutup pidato;
    meneliti kata-kata yang tepat dan tidak tepat yang disampaikan oleh pembicara;

    mampu menceritakan kembali isi pidato;
    mampu memberi komentar terhadap isi pidato;
    mampu memberi komentar terhadap pembicara, misalnya terkait intonasi, keras lembut suara, ekspresi, serta ketenangan saat berbicara.

    BalasHapus

Materi Biantara 3

  C. PADIKA BIANTARA Biantara téh sok dipatalikeun jeung seni nyarita. Naon sababna? Sabab, dina biantara téh sakapeung merlukeun gaya jeu...